[RESENSI] Dr. White

Buku : Dr White
Oleh : Adipati Sabrang el Faruq
ISBN : 9786027663107
Rilis : 2012
Halaman : 274
Penerbit : Diva Press
Bahasa : Indonesia

Penulis yang juga memiliki berbagai nama pena seperti Abdullah Ishaq Baihaqi, Dr. Harlquin A.S.E dan Lintang Timur ini memulai karir kepenulisannya setelah menerbitkan sebuah novel berjudul Persahabatan Segitiga (yang akhirnya dibuat dalam bentuk pentalogi dan ebook yang memiliki banyak peminat. Tapi, akhirnya sekarang dalam masa revisi dan mungkin akan diterbitkan dalam bentuk buku). Dr. White meski nyatanya diterbitkan pada 2012. Tapi, ternyata merupakan buku ketiga dari penulis ini yang selesai sekitar tahun 2011.

Jika kita membaca cover buku ini. ada kalimat ‘doa dan cinta yang membuatnya mati mulia’. pastinya, kita akan langsung berfikir jika si tokoh utama ini mati dan kisah ini selesai. Tapi, jika anda berfikir seperti itu! maka anda salah! Kenapa? karena saya juga awalnya berfikir seperti anda.

Kisah ini bermula dari seorang penjahat bernama Arthur Larry White (mungkin nama Dr. White dari sini asalnya) yang ternyata asalnya merupakan seorang mahasiswa kedokteran yang sangat cerdas di Inggris. Tapi, karena seorang wanita jahat bernama Luna. dia akhirnya masuk penjara karena difitnah.

Di sinilah konflik dimulai. Penulis yang bertindak sebagai sudut pertama orang tunggal membuat pembaca bisa merasakan sakit yang dialami Arthur selama hidupnya. Bagaimana dia setelah bebas dari penjara, bertemu dengan seorang wanita bernama Alice dan anak kecil bernama Nisa yang membantunya menemukan ‘jalan pulang’. Alur yang bolak-balik awalnya akan membuat sedikit bingung, tapi, tampaknya penulis novel ini justru memanfaatkan ‘kebingungan’ pembaca ini sebagai cara agar tidak melepaskan mata dari bukunya.

Pembaca akan diajak untuk memahami pikiran seorang penjahat yang menyimpan luka yang kelam dan bagaimana luka itu teratasi dengan sendirinya. Novel ini sarat dengan amanat yang dalam dan kata-kata yang akan membuat kita merenung. Novel ini seolah-olah mengajak kita untuk menemukan kebenaran tanpa menggurui. Tapi, lebih seperti diajak. Jika anda membaca novel ini. Mungkin, anda akan belajar tertawa dan menangis secara bersamaan.

Klik di sini untuk resensi selengkapnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s