Category Archives: Fact or Fiction

Bukupedia

Bookoopedia telah mengalami perubahan nama menjadi Bukupedia.

Bukupedia (sebelumnya Bookoopedia) telah hadir sejak tahun 2007 dengan tujuan membantu masyarakat Indonesia memperoleh buku berkualitas dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Kunjungi website baru kami di http://www.bukupedia.com

Bersama dengan perubahan nama ini, maka blog kami juga berubah menjadi blogbukupedia.wordpress.com

FB

Fact or Fiction: UFO

Fact or Fiction: UFO

 

(c) Aaron Foster

 

 

UFO adalah topik misterius yang paling sering dicari di internet berdasarkan survey ‘Curious Wolrd’ tahun 2011. Walaupun perbincangan seputar UFO sudah ada dari sejak lama. Sebagian orang menganggap UFO itu tidak nyata, namun masih banyak pula yang penasaran dengan keberadaan benda asing ini.

UFO adalah singkatan dari Unidentified Flying Object yang dikaitkan dengan kehidupan luar angkasa atau alien.

 

Menurut sejarah, benda asing ini sudah pernah menjadi topik perbincangan sejak akhir abad 19. Seorang petani mengaku melihat benda asing mirip piring terbang di langit. Beberapa pilot dan awak pesawat juga mengaku pernah melihat benda asing itu saat penerbangan. Seiring perkembangan zaman, banyak foto maupun video amatir yang merekam benda asing tersebut. Bahkan menurut survey  ‘Kelton Research’ ada 1/3 masyarakat AS yang percaya pada UFO. Bahkan beberapa responden mengaku pernah melihat benda asing tersebut. Namun, tentu tak semua orang percaya, karena telah banyak yang terbukti hasil rekayasa semata.

 

Lama kelamaan, muncul teori konspirasi dengan berbagai versi cerita. Misalnya, proyek senjata rahasia atau issue yang sengaja disebar. UFO menjadi fenomena dunia yang semakin meluas dan sering diangkat ke dalam berbagai cerita fiksi seperti dalam buku “A Strange Encounter”, “V”, “Oahspe: A New Bible”, “War of the Wolrds”, maupun berbagai film dan serial TV.

 

Di Indonesia sendiri, berita mengenai penampakan UFO sudah sempat terjadi sejak puluhan tahun lalu. Percayakah Anda pada UFO?

 

Dikutip dari berbagai sumber

 

Berbagai buku mengenai UFO juga dapat Anda peroleh di

sini atau di sini

Fact or Fiction: Doppelganger

Fact or Fiction: Doppelganger

 

 

 

Pernah mendengar istilah doppelganger? Dalam kehidupan modern, orang sering menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kemiripan wajah seseorang dengan orang lain yang bukan saudara kembarnya. Namun, apa makna doppelganger sebenarnya?

Secara harafiah, doppelgaenger adalah kata yang berasal dari bahasa Jerman, yaitu doppel (ganda) dan gaenger (perjalan). Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan sosok makhluk yang sangat mirip dengan seseorang. Refleksi jadi ciri utama untuk membedakan manusia asli dengan doppelganger, dimana si kembaran palsu biasanya digambarkan tidak memiliki pantulan dicermin atau air. Para doppelganger biasanya memberikan saran atau nasihat pada orang yang ditirunya tapi berupa arahan yang sesat. Mereka juga bisa menciptakan ide dan menyalurkan pada korban atau kerabat orang yang ditiru dengan tujuan untuk membuat mereka binggung. Dalam beberapa kasus, orang yang melihat kembaran mistisnya sendiri (meski sekali saja) maka ia akan terus dihantui oleh sosok tersebut. Kejadian melihat doppelganger juga biasa diartikan sebagai pertanda buruk. Jika yang melihat doppleganger adalah kerabat atau teman maka itu merupakan pertanda bahwa orang yang ditirunya akan menderita sakit atau terancam bahaya. Jika orang melihat doppelganger -nya sendiri, itu adalah pertanda bahwa ia akan mati dalam waktu dekat. Sungguh mengerikan!

 

Doppelganger juga sering muncul dalam berbagai cerita, misalnya dalam novel Twelft Night dan A Tale o Two Cities, doppelganger bukan digambarkan seperti hantu melainkan kerabat yang memiliki wajah yang betul-betul identik, atau orang yang secara kebetulan memiliki wajah sama walau tidak memiliki hubungan darah. Versi lain dari doppelganger dalam dunia fiksi adalah shapeshifter, mahluk yang dapat mengubah diri menjadi siapa saja. Ada juga yang menceritakan bahwa shapeshifter ialah suatu ras anomali yang memiliki kemampuan meniru yang luar biasa. Cerita mengenai shapeshifter ini juga sudah sering diangkat dan dalam dunia modern bisa ditemukan dalam cerita Supernatural atauFringe. Pada perkembangannya, doppelganger juga dikaitkan dengan alternate universe yang menjelaskan bahwa ada alam semesta lain. Contoh doppelganger dalam cerita lain adalah dalam The Vampire Diaries. Di sini dikisahkan doppelganger dari keturunan. Di antara sekian banyak keturunan, akan ada keturunan yang memiliki wajah yang sama persis dan hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama.

 

Bukan hanya dalam cerita fiksi, konon kasus doppelganger juga pernah terdengar dalam dunia nyata. Kasus Emilie Sagee adalah salah satu laporan kemunculan doppelganger paling fenomenal karena disaksikan oleh 10 orang lebih. Laporan ini ditulis oleh Robert Dale Owen dengan narasumber Julie von Guldenstubbe, seorang keturunan aristocrat Latvian. Diceritakan bahwa pada tahun 1845, Von Guldenstubbe yang saat itu berumur 13 tahun bersama murid-murid lainnya yang berjumlah antara 13 sampai 42 orang, menyaksikan gurunya yang bernama Emilie Sagee muncul tengah hari di sekolahnya, Pensionat von Neuwelcke. Padahal saat itu sang guru harusnya tengah terbaring karena sakit keras. Menurut pengakuannya, Emilie Sagee menjadi tampak sehat dan bertingkah mirip dengan guru mereka yang asli. Namun, doppelganger itu tidak dapat disentuh. Abraham Lincoln pun mengaku pernah melihat kembaran dirinya sendiri.  Sedangkan dalam ilmu psikologis, fenomena doppelganger dapat dipicu oleh kelainan mental seperti schizophrenia, yang berkelanjutan dengan paranoia dan delusi.

 

Dikutip dari berbagai sumber

Ada yang punya komentar seputar doppelganger?

 

Buku tentang doppelganger

sini atau di sini

Fact or Fiction: The Flying Dutchman

Fact or Fiction: The Flying Dutchman

Fiksi dan fakta terkadang jadi sulit untuk dibedakan. Ada hhal yang kita yakini padahal itu fiksi ataupun sebaliknya, ada hal yang tidak masuk akal tapi ternyata fakta. Sahabat Bookoopedia, pernah mendengar ‘Flying Dutchman’?

Kisah Kapal Hantu Flying Dutchman ini merupakan salah satu kisah yang sangat terkenal dan telah melegenda di seluruh dunia . Sudah banyak buku ditulis dengan mengangkat cerita legenda ini, termasuk dalam film Pirates of The Carribean.

Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris “The Flying Dutchman” (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber percaya bahwa kapten Belanda mengarungi lautan dari Belanda sampai melewati Jawa dengan bergitu cepat. Banyak yang percaya ia meminta bantuan iblis. Namun di tengah perjalanan, ia diterpa cuaca buruk. Namun, sang kapten bersikeras untuk melanjutkan perjalanan dan dia berkata,“Aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya.”

Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan kekuatan alam. Dan terkutuklah mereka selama-lamanya.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun . Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba – tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang. Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942. Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus, waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang. setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.

Selain itu ada mitos, apabila kapal modern melihat kapal hantu ini dan ada yang memberi signal, maka kapal modern itu akan celaka. Bagi seorang pelaut, pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka. Konon, ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut, yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan. Selama berabad – abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini. Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Percayakah Anda pada legenda ini?

 

Dikutip dari berbagai sumber

Berbagai buku mengenai Flying Dutchman juga dapat diperoleh via bookoopedia di LINK INI