Tag Archives: review

Lomba Resensi Bookoopedia Berhadiah Voucher

Lomba Resensi Bookoopedia
Bagi sahabat Bookoopedia yang punya hobi menulis resensi/review buku, kali ini kami ingin mengajak kalian berpartisipasi dalam Lomba Resensi Bookoopedia. Caranya mudah. Anda cukup mencari buku yang ingin diresensi pada katalog yang tersedia di http://www.bookoopedia.com lalu klik “Tulis Resensi”. Setiap resensi yang telah di-approved oleh admin akan muncul di halaman Resensi.

Hadiah Utama: 1 Voucher Bookoopedia Senilai Rp.100.000. 

Juri akan memilih 1 resensi terpilih. Pertimbangan penilaian meliputi: bobot materi resensi, pembahasan dalam resensi, kelengkapan unsur-unsur resensi, jumlah like/share.

 

Hadiah Hiburan: 10 Voucher Bookoopedia Diskon 10%

Setiap user Bookoopedia bisa mendapatkan hadiah langsung berupa voucher diskon 10% dengan cara mengumpulkan dan menukarkan avatar berikut ini: 2 visitor (2 kali login di bookoopedia) + 2 reviewer (2 review di-approved). Silakan langsung klik di sini untuk penukaran voucher.

Catatan:
  • Tidak ada batasan untuk buku yang diresensi. Dapat berupa buku apa saja dan resensi kapan saja, asalkan memenuhi kriteria resensi yang baik (pembahasan cerita, karakter, kelebihan, kekurangan buku, dll).
  • Periode lomba berlangsung dari 1 – 30 Juni 2014. Pemenang akan dihubungi oleh admin di akhir periode lomba.
  • Untuk informasi selengkapnya, Anda dapat menghubungi admin Bookoopedia via FB atau Twitter.

 

Semakin banyak resensi Anda, semakin besar kesempatan menang. Selamat Berlomba!

 

Salam,
Admin Bookoopedia.com

 

Tulis Resensi, Yuk!

Image

Anda bisa me-review buku-buku yang ada di http://www.bookoopedia.com dan mendapatkan avatar reviewer + poin. Bagaimana caranya supaya review diapproved oleh admin? Berikut tipsnya!

1 Mulai dengan menulis garis besar jalan cerita.

2 Tulislah penilaian objektif terhadap kelebihan/kekurangan buku.

3 Jika dirasa perlu, bisa membandingkan dgn buku se-genre/dari penulis yg sama.

4 Bukan hanya membahas jalan cerita, tapi bahasan bisa berupa ukuran font, editing, jenis kertas, bahasa, alur, dll.

5 Anda juga bisa mencantumkan kutipan yg menurut Anda menarik untuk di share. seringkali ad kutipan menarik.

6 Jangan sampai review Anda mencantumkan spoiler yg membuat orang jadi malas membaca buku itu, justru Anda harus membuat orang penasaran dengan buku itu.

Silakan pilih buku yang ingin Anda review lalu klik “Tulis Resensi”. Setelah review Anda di-approved, pamerkan via social media.

Lomba Resensi dan Koleksi Buku Terpopuler Berhadiah Voucher

Hi, Sahabat Bookoopedia!

Tanpa perlu ditanya lagi, admin yakin kalian suka membaca buku. Oleh karena itu, Bookoopedia ingin mengajak kalian untuk berpartisipasi dalam lomba:

 “Resensi Terpopuler” dan “Koleksi Buku Terpopuler”

Di Bookoopedia ada fitur Resensi Buku yang tentunya sudah tidak asing bagi book-lovers seperti kalian. Lewat fitur ini, kalian bisa membahas kelebihan, kekurangan, cerita, cover, gaya penulisan dari sebuah buku. Tentunya, resensi yang kalian tulis akan dinilai dulu oleh admin apakah sudah layak tampil atau belum. Jadi resensi yang ditulis bukan hanya berisi ringkasan cerita saja ya, tapi pembahasan isi buku tersebut.

Selain itu, ada juga fitur Koleksi Buku yang unik. Lewat fitur ini, kalian bisa memilih dan menyusun koleksi buku yang kalian inginkan. Misalnya “Koleksi Buku Kocak” atau “Koleksi Buku Traveling”.  Untuk mengikuti lomba koleksi buku, minimal harus ada 5 judul buku dalam setiap koleksi.

Selain bermanfaat untuk diri sendiri, baik resensi dan koleksi buku ini bisa di-share dan bermanfaat bagi teman-teman lain dalam mencari referensi buku.

Yuk! Ikuti lomba  “Resensi Terpopuler” dan “Koleksi Buku Terpopuler” bersama Bookoopedia dan menangkan hadiah berupa voucher ratusan ribu rupiah dan avatar good reviewer/good collector. Jadilah yang terpopuler!

Caranya mudah:

1. Peserta wajib login di webstore http://www.bookoopedia.com
2. Sudah membuat minimal 1 koleksi ataupun 1 resensi di http://www.bookoopedia.com
– Cara membuat resensi >> Cari buku – Klik Tulis Resensi – Resensi disapproved admin
– Cara membuat koleksi buku >> Klik Account Saya – Koleksi Buku Saya – Tambah Koleksi Buku
3. Promosikan link Bookoopedia yang berisi koleksi/resensi buku
*Tips: Peserta juga bisa mempromosikan link lewat Wall FB Bookoopedia, Twitter Bookoopedia, ataupun lewat komunitas pecinta buku lainnya. Jadi koleksi/resensimu akan semakin populer.
4. Pemenang dinilai dari total LIKE + SHARE pada halaman koleksi buku/resensi di Bookoopedia.
Jadi pastikan klik dari tombol seperti gambar berikut

  

Hadiah:

  • Satu orang pemenang resensi terpopuler berhak atas voucher http://www.bookoopedia.com senilai Rp.100.000,- dan avatar good reviewer.
  • Satu orang pemenang koleksi buku terpopuler berhak atas voucher  http://www.bookoopedia.com  senilai Rp.100.000,- dan avatar good collector.
  • Koleksi buku dan resensi yang memenangkan lomba ini akan admin share lewat social media Bookoopedia. Jadi nama kalian sebagai pemenang akan semakin populer.

*Note: jika ada beberapa peserta dengan total nilai yang sama, maka pemenang akan diundi. Satu orang user hanya bisa memenangkan salah satu kategori lomba.

Periode lomba 1 – 31 Oktober 2013. Pemenang akan diumumkan awal November 2013. Admin tunggu karya kalian!

 

Salam,

Admin Bookoopedia.com

 

 

INFO SELENGKAPNYA >> DI SINI

[Resensi] The Soloist

Buku : The Soloist
Oleh : Steve Lopez
ISBN : 9789792772876
Rilis : 2010
Halaman : 384
Penerbit : Elex Media Komputindo
Bahasa : Indonesia

 

4/5 stars

 

Kisah (Nyata) yang Memilukan, Kasih yang Membangkitkan, dan Musik yang Membebaskan

 

ADALAH Steve Lopez, seorang kolumnis yang bekerja pada Los Angeles Times, suatu ketika bertemu dengan Nathaniel Anthony Ayers—yang dalam keanggunannya yang dekil tengah memainkan musik Beethoven dengan biola usangnya—di pusat keramaian Kota Skid Row, Los Angeles suatu pagi.

Nathaniel, bagi Steve Lopez awalnya hanyalah sebuah artikel yang memenuhi syarat untuk sebuah kolom di surat kabar L.A Times, tentang kisah luar biasa seorang musisi jalanan misterius yang memainkan musiknya dengan sebuah biola usang yang telah kehilangan dua buah dawainya. Namun, Steve Lopez kemudian tak pernah menyangka bahwa Nathaniel Anthony Ayers, seorang penderita skizofrenia paranoid yang ditemuinya di jalanan itu sesungguhnya pada lebih dari tiga puluh tahun yang lalu adalah murid bass klasik di Juilliard, sebuah sekolah musik paling bergengsi di dunia yang mana telah melahirkan banyak musisi terkenal dunia sekaliber Yo Yo Ma, Ben Hong, Emanuel Ax, dan yang lainnya.

Ketika artikel yang berjudul ‘Dia Menggenggam Dunia dengan Dua Dawai’ berhasil menghiasi halaman L.ATimes di suatu harisisi kepedihan, perjuangan hidup, dan keseharian Nathaniel yang bermain musik di terowongan Second Street maupun tempatnya menghabiskan malam-malam di Skid Row—yang penuh dengan orang-orang tanpa harapan dan tujuan hidup, tempat para veteran yang cacat terbuang dan segelintir manusia pecandu narkotika dan sakit jiwa berbagi ruang, pun berhasil menggugah sisi kemanusiaan pembaca dari berbagai kalangan.

Steve Lopez, karena sebuah kolomnya yang menggugah tersebut kemudian mendapati dirinya telah memilikitanggung jawab terhadap segala sesuatu yang terjadi pada diri Nathaniel segera setelah para pembaca mulai mengirimkannya sumbangan berupa alat-alat musik untuk Nathaniel dan juga pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan dan perkembangan kejiwaan Nathaniel kepadanya. Di atas segalanya, Steve telah menganggap Nathaniel sebagai sahabat dan bagian dari hidupnya selain istri dan anak-anaknya.

Bagaimana sesungguhnya kehidupan Nathaniel di masa lalunya, menjadi hal yang perlu ditelusuri tatkala Steve mencoba untuk menolong sang musisi skizofrenik tersebut untuk meraih kembali mimpinya yang hilang atau setidaknya membuatnya meninggalkan kehidupan jalanan yang kelam. Namun, hal tersebut tidaklah mudah. Nathaniel adalah sebuah fenomena lama berusia lima puluh empat tahun yang perkembangan ingatannya dipaksa berhenti lebih dari tiga puluh tahun yang lalu dan seorang lelaki yang lebih menyukai sepetak trotoar daripada sebuah apartemen, serta curiga terhadap setiap orang dan menolak berhubungan dengan siapa pun yang memiliki sebutan ‘dokter’ di awal namanya. Akan tetapi, meski memiliki label ‘sakit jiwa’, Nathaniel adalah seorang warga idealis yang menentang obat-obatan terlarang, alkohol, rokok dan penyuka kebersihan, serta seorang yang bertata-krama dalam sebagian besar sikapnya terhadap orang lain.

Di sisi lain, musik adalah jiwa bagi Nathaniel. Beethoven adalah inspirasi hidupnya. Nada-nada yang mengalun melalui biola, cello, dan bass adalah khayalan yang membebaskan bagi jiwanya yang sakit, namun samar untuk arti sebuah mimpi yang nyata.

Dalam penelusurannya terhadap jejak kehidupan Nathaniel di masa lalu, Steve mendapatkan kenyataan Nathaniel kecil mengalami problema dalam kehidupan keluarganya yang tercerai-berai. Ayahnya yang menikah lagi pasca perceraian dengan ibunya tak pernah menaruh minat terhadap pertumbuhan Nathaniel kecil maupun saudari-saudarinya. Sementara Nathaniel kecil pada saat itu mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan saudara-saudara tirinya yang merupakan anak-anak dari suami baru ibunya. Meski demikian, kejeniusan dan kecemerlangan bakat Nathaniel dalam bermain musik kemudian berhasil membuatnya mendapatkan beasiswa pada sekolah musik Juilliard di era tahun 70-an.

Pecahnya perang Vietnam dan adanya perpecahan rasial antara golongan kulit putih dan hitam di tahun 1972 kemudian menjadi tekanan yang tak dapat dikatakan kecil oleh seorang Nathaniel yang kala itu berusia dua puluh tahun. Tak terbantahkan, Nathaniel yang merupakan keturunan kulit hitam adalah minoritas yang berjuang dan berlatih untuk menunjukkan bakat dan kesetaraannya di antara teman-temannya yang mayoritas berkulit putih di sekolah musiknya saat itu.

Selain tekanan intern yang berasal dari kalangan keluarganya dan tekanan rasial yang melanda warga Afrika-Amerika saat itu, sekolah musik Juilliard di era 70-an juga merupakan sebuah sekolah musik yang amat berkompetisi dan sama sekali bukanlah sebuah sekolah yang berbelas kasih terhadap murid-murid yang memiliki masalah pribadi. Prinsip yang berlaku di Juilliard saat itu adalah siapa yang kuat dialah yang menang, maka tak heran jika tak sedikit murid Juilliard yang mengalami gangguan kejiwaan maupun bunuh diri ketika tak sanggup menghadapi ketatnya kompetisi dan kurangnya kemajuan diri dibandingkan dengan murid lainnya. Adakah fenomena ini juga merupakan pemicu terjadinya gangguan kejiwaan bagi Nathaniel, mengingat sesungguhnya dia adalah salah satu murid dengan bakat dan prestasi yang selalu mendapat pengakuan dari guru-guru musiknya sebagai ‘luar biasa dalam segala aspek’?

Sementara bagi Steve Lopez yang telah mengorbankan sekian banyak waktunya, Nathaniel, adalah seorang musisi berbakat—yang telah mengalami kehancuran mental—yang harus diupayakan kesembuhannya dengan berbagai cara, baik melalui musik, pendekatan dan kepedulian yang menghangatkan jiwanya, maupun penyembuhan secara medis, meski Nathaniel dengan skizofrenia paranoid-nya berulang kali membuatnya kecewa dan terpuruk dalam harapannya yang mustahil untuk melihat Nathaniel menggenggam kembali impiannya bersama musik dalam kecemerlangannya yang kian memudar.

The Soloist (New York Times bestseller), merupakan drama kehidupan nyata yang memilukan tentang harapan, kemanusiaan, dan persahabatan yang memberi arti penting bagi jiwa yang sakit dan terbuang di antara laju kehidupan manusia yang terberkati dengan keindahan, kesehatan, dan kebahagiaan. Nathaniel Anthony Ayers, merupakan sebuah simfoni yang menggetarkan kalbu dan potret kehidupan yang buram tentang pencarian kebahagiaan yang semu, dan tentang mimpi yang menyedihkan. Steve Lopez, dalam tugasnya selama kurun waktu tiga puluh tahun di dunia jurnalis berhasil mengubah pandangan kita tatkala menyusuri jalanan dan melewati mereka yang menghabiskan malam di jalanan; bahwa persahabatan dapat mengubah kehidupan, dan tiada manusia yang tak berarti.

 

*Peresensi: Liven R

http://www.bookoopedia.com/id/resensi/rid-2108/kisah-nyata-yang-memilukan-kasih-yang-membangkitkan-dan-musik-yang-membebaskan.html

[Resensi] Buku Harian Anne Frank

Buku : Catatan Harian Anne Frank
Oleh : Anne Frank
ISBN : 9799765250
Rilis : 2006
Halaman : 454
Penerbit : Jalasutra
Bahasa : Indonesia

http://www.bookoopedia.com/id/resensi/rid-1995/buku-harian-anne-frank.html

Anne Frank adalah gadis Yahudi berusia tiga belas tahun, bungsu dari dua bersaudari putri pasangan Otto dan Edith Frank. Kakaknya bernama Margot. Setelah membaca arah situasi politik dan dampaknya terhadap kaum Yahudi, Otto membuat persiapan untuk membawa keluarganya bersembunyi sampai perang  usai. Sepuluh hari menjelang tanggal yang telah ditentukan untuk bersembunyi, keluarga itu menerima surat panggilan dari Gestapo. Mereka terpaksa langsung melarikan diri ke tempat persembunyian pada tanggal 7 Juli 1942. Semua itu dilakukan demi menyelamatkan diri dari dijebloskan ke kamp-kamp konsentrasi, tempat terjadinya pembantaian dan kebiadaban ideologi ekstrem serta penolakan martabat manusia.

Dua puluh lima bulan Anne tinggal di loteng sebuah kantor bersama tujuh orang lain, tanpa boleh keluar walau seujung hidung pun. Selain keluarga Frank, ada keluarga Van Daan yang terdiri dari pasangan Hermann dan Petronella, serta putra mereka, Peter, dan seorang dokter gigi lanjut usia, Albert Dussel, yang bersembunyi di sana. Anne yang paling muda di antara mereka semua.

Di luar perang berkecamuk, serangan udara dan tembakan terdengar sewaktu-waktu, sulit mendapatkan makanan, belum lagi urusan panggilan alam. Perampokan berulang kali menimpa kantor tempat persembunyian mereka. Kemungkinan ketahuan semakin lama semakin besar. Semua itu Anne tuliskan di dalam buku harian yang dia panggil “Kitty.”

Baca selengkapnya.

Dina Begum

[Resensi] The Not-So-Amazing Life of @aMrazing

 The Not-So-Amazing Life of @aMrazing

Buku : The Not-So-Amazing Life of @aMrazing
Oleh : Alexander Thian
ISBN : 9797805867
Rilis : 2012
Halaman : 228
Penerbit : Gagas Media
Bahasa : Indonesia

Gengsi dan status sosial seringkali ditandai dengan handphone apa yang kita punya. Kalimat di halaman 61 dalam buku ini merupakan representasi gaya hidup masyarakat kita. Percaya gak kalo ampe sekarang hape yang saya pakai hanyalah Nokia 1661?!? Yup, hanya bisa buat sms dan nelpon. Gak sekali dua kali saat di sekolah diledekin murid, katanya hari gini gak pake BB. Pernah juga ditanya ama guru, kenapa kok gadis hapenya gak yang keren. Nah, apa hubungannya masih GADIS ama HAPE keren?!? (/˘▽˘)/\(˘˘\)

Perkenalan saya dengan Alex di dunia maya awalnya saat dia ngetwit komentar satu per satu cerpen yang ada dalam e-magz Hermes in Love. Untunglah dia suka cerpen saya yang berjudul Sepasang Kacamata. Mungkin karena dia juga pake kacamata?!? #yakali #DikeprukAlex

Dan akhirnya kita saling follow. Si Alex ini hobinya nyinyir. Nyiyir yang bikin ngikik. Pernah suatu hari (kayaknya tahun 2010-an) pas dia ngetwit tentang kesehariannya saat menjadi salah satu team dalam pembuatan skenario sebuah sinetron, followernya melonjak drastis dan langsung nembus seribu dalam sehari. Sekarang, coba intip twitternya, @aMrazing jumlah followernya sampe tulisan ini dibuat, hampir nembus 70.000 followers. Bener-bener #selebtwit abis. Nah, coba simak sinetron Putih Abu-abu yang wara-wiri tiap hari di SCTV. Coba cari, si Alex jadi apa?!? ~~~(/´▽`)/

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing ini merupakan pembuktiannya bahwa akhirnya bisa menerbitkan buku sendiri, sebelumnya buku antologi: The Journeys 1 (GagasMedia) dan Cerita Sahabat (Gramedia Pustaka Utama).

 

 Oleh: Luckty Giyan Sukarno 
23 Dec 2012

Ayo tulis resensimu ke http://www.bookoopedia.com dan dapatkan avatar  reviewer untuk mengisi bookcafe virtualmu!

[RESENSI] Dr. White

Buku : Dr White
Oleh : Adipati Sabrang el Faruq
ISBN : 9786027663107
Rilis : 2012
Halaman : 274
Penerbit : Diva Press
Bahasa : Indonesia

Penulis yang juga memiliki berbagai nama pena seperti Abdullah Ishaq Baihaqi, Dr. Harlquin A.S.E dan Lintang Timur ini memulai karir kepenulisannya setelah menerbitkan sebuah novel berjudul Persahabatan Segitiga (yang akhirnya dibuat dalam bentuk pentalogi dan ebook yang memiliki banyak peminat. Tapi, akhirnya sekarang dalam masa revisi dan mungkin akan diterbitkan dalam bentuk buku). Dr. White meski nyatanya diterbitkan pada 2012. Tapi, ternyata merupakan buku ketiga dari penulis ini yang selesai sekitar tahun 2011.

Jika kita membaca cover buku ini. ada kalimat ‘doa dan cinta yang membuatnya mati mulia’. pastinya, kita akan langsung berfikir jika si tokoh utama ini mati dan kisah ini selesai. Tapi, jika anda berfikir seperti itu! maka anda salah! Kenapa? karena saya juga awalnya berfikir seperti anda.

Kisah ini bermula dari seorang penjahat bernama Arthur Larry White (mungkin nama Dr. White dari sini asalnya) yang ternyata asalnya merupakan seorang mahasiswa kedokteran yang sangat cerdas di Inggris. Tapi, karena seorang wanita jahat bernama Luna. dia akhirnya masuk penjara karena difitnah.

Di sinilah konflik dimulai. Penulis yang bertindak sebagai sudut pertama orang tunggal membuat pembaca bisa merasakan sakit yang dialami Arthur selama hidupnya. Bagaimana dia setelah bebas dari penjara, bertemu dengan seorang wanita bernama Alice dan anak kecil bernama Nisa yang membantunya menemukan ‘jalan pulang’. Alur yang bolak-balik awalnya akan membuat sedikit bingung, tapi, tampaknya penulis novel ini justru memanfaatkan ‘kebingungan’ pembaca ini sebagai cara agar tidak melepaskan mata dari bukunya.

Pembaca akan diajak untuk memahami pikiran seorang penjahat yang menyimpan luka yang kelam dan bagaimana luka itu teratasi dengan sendirinya. Novel ini sarat dengan amanat yang dalam dan kata-kata yang akan membuat kita merenung. Novel ini seolah-olah mengajak kita untuk menemukan kebenaran tanpa menggurui. Tapi, lebih seperti diajak. Jika anda membaca novel ini. Mungkin, anda akan belajar tertawa dan menangis secara bersamaan.

Klik di sini untuk resensi selengkapnya